Selasa, 11 November 2014

GLB DAN GLBB

            Gerak lurus beraturan :

1.Sepeda berjalan di linatasan yang lurus
            

2.Orang Yang Memanah
    
3.Berenamg


4.Menendang Bola
5.Berjalan





gerak lurus berubah beraturan


              
         1. apel jatuh dari pohon

               
           

\]
2. naik sepeda di turunan


   

3. air terjun

    2036-asteroid-bakal-jatuh-ke-bumi

4. meteor yang jatuh ke bumi

   

5. mobil yang melaju dengan percepatan yang berbeda


gerak vertikal

1. bola yang dijatuhkan dari atas ke bawah

2. buah kelapa jatuh bersamaan



  

 
3.ranting yang jatuih dari pohon
 

4. buku yang jatuh dari meja
  
5.uang yang jatuh dari celana.

  
     

Kamis, 02 Oktober 2014

REMEDIAL MTK

1.      X + 3   =2
X         = 2 – 3
X         = -1

2.      -4 + x   = 5
X         = 5+4
X         = 9
           
3.      2x + 4  =-10
2x        = -10 -4
2x        = -14
X         =
X           = -7

4.      -4         = 2x – 10
2x        = -10 + 4
X         =

X         = -3

5.      -3 + 3x = -9
3x        = -9 + 3
3x        = -6
X         =
X         = -2

6.      3x – 6  = 8 + x
3x – x  = 8 +6
2x        =14
X         =
X         = 7

       7. -5 + 2x  = -9 + 5
          2x – x    = -4
          X                       =
          X                       = -4

       8. 4(4-y) + 3y       = 13
          16 – 4y + 3y      = 13
           -4Y + 3Y          = 13-6
           -1y                      = -3
           y                         =
            Y                     = 3
           
      9.   3( 2 – a) + 2a   = 8
            6 – 3a + 2a       = 8
            6 - 1a               = 8
            -1a                   = 8 – 6
             a                     =
             a                     = -2

10.       2 ( 6 – p) – 3p  = -8
            12 – 2p – 3p    = -8
            12 – 5p                        = -8
            -5p                   = -8 – 12
            - 5p                  = -20
            p                      =
            p                      = 4


Senin, 29 September 2014

BESARAN DAN SATUAN FISIKA

Dalam ilmu fisika dikenal istilah Besaran” dan “Satuan“, kedua istilah dalam bidang fisika tersebut dapat diartikan sebagai berikut. Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, mempunyai nilai yang dapat dinyatakan dengan angka dan memilikisatuan tertentu. Satuan adalah pernyataan yang menjelaskan arti dari suatu besaran. Pada bab ini akan dijelaskan besaran pokok dan besaran turunan, sedangkan besaran skalar dan besaran vektor akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Besaran Pokok, Besaran Turunan Dan Satuannya

Besaran pokok merupakan besaran yang dipandang berdiri sendiri dan tidak diturunkan dari besaran lain. Sampai saat ini ditetapkan 7 besaran pokok sebagai berikut :

Tabel Besaran Pokok Dan Satuannya

Besaran Pokok
Satuan
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat Arus Listrik
Kuat Cahaya
Jumlah Zat
kilometer, meter, sentimeter
kilogram , gram , ton
tahun, hari, sekon , menit
fahrenheit , kelvin , celcius
ampere
kandela
mol
Besaran turunan ialah besaran yang diturunkan dan diperoleh dari besaran-besaran pokok. Misalkan luas didefinisikan sebagai hasilkali dua besaran panjang (yaitu panjang kali lebar). Jika satuan panjang dan lebar masing-masing adalah meter, maka besaran luas adalah besaran turunan yang mempunyai satuan meter x meter atau m2. Contoh yang lain adalah besaran kecepatan yang diperoleh dari hasil bagi jarak dengan waktu. Jarak merupakan besaran panjang yang mempunyai satuan meter, sedangkan waktu mempunyai satuan sekon. Maka besaran kecepatan merupakan besaran turunan daribesaran pokok panjang dibagi besaran pokok waktu, sehingga satuannya meter/sekon atau m/s. Berikut ini adalah beberapa contoh besaran turunan beserta satuannya.

Tabel Besaran Turunan Dan Satuannya

Besaran Turunan
Rumus
Satuan
Volume
Massa Jenis
Percepatan
Gaya
Usaha & Energi
Daya
Tekanan
Muatan Listrik
panjang x lebar x tinggi
massa/volume
kecepatan/waktu
massa x percepatan
gaya x perpindahan
usaha/waktu
gaya/luas
kuat arus x waktu
m3, cm3, liter
kg/m3
m/s2
kg.m/s2, newton
kg.m2/s2, joule
kg.m2/s3, watt
kg/(m.s2), pascal
A.s, coulomb

Sistem Satuan

Sistem satuan yang biasa digunakan pada besaran pokok dan besaran turunan asalahsistem Satuan Internasional (SI) atau biasa dikenal sebagai sistem metrik yaitu meter, kilogram dan sekon yang disingkat MKS. Selain sistem metrik yang lain adalah CGS (centimetergramsekon). Adapula British Engineering System yang biasa disebut sebagai sistem FPS (foot, pound, sekon).

Tabel Satuan Internasional (SI)

Besaran
SI
Besaran PokokPanjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat Arus Listrik
Kuat Cahaya
meter
kilogram
sekon
kelvin
ampere
kandela
Besaran TurunanJumlah Zat
Luas
Kecepatan
Volume
Massa Jenis
Percepatan
Gaya
mol
m2
m/s
m3
kg/m3
m/s2
kg.m/s2, N
Pada sistem metrik, satuan yang lebih besar dan lebih kecil didefinisikan dalam kelipatan 10 dari satuan standar. Jadi 1 kilometer (km) adalah 1000 m atau 103m, 1 centimeter (cm) adalah 1/100 m atau 10-2 m dan seterusnya. Awalan “centi”, “kilo”, “mili”, dan yang lainnya dapat diterapkan tidak hanya pada satuan panjang, tetapi juga satuan volume, massa, atau metrik lainnya. Misalnya saja 1 centiliter (cL) adalah 1/1000 liter dan 1 kilogram adalah 1000 gram. Tabel 4 menunjukkan awalan-awalan metrik yang sering digunakan dalam berbagai satuan.

Tabel Awalan Metrik SI

Besaran,besaran adalah,definisi besaran,arti besaran,besaran pokok,besaran turunan,besaran fisika,besaran-besaran dasar,besaran skalar,besaran vektor,satuan,satuan adalah,satuan dasar,satuan pokok,satuan fisika,arti satuan,definisi satuan,pengertian satuan,teori besaran dan satuan fisika,satuan fisika,besaran dan satuan pdf,Tabel Besaran Pokok Dan Satuannya,Besaran Pokok, Besaran Turunan Dan Satuannya,besaran-besaran pokok,Tabel Besaran Turunan Dan Satuannya,Sistem Satuan,Sistem Satuan fisika,Sistem Satuan dasar,Sistem Satuan SI,Sistem Satuan internasional,sistem Satuan Internasional (SI),CGS (centimeter, gram, sekon),sistem metrik,Tabel Awalan Metrik SI

Sabtu, 16 Agustus 2014

Manfaat Bilangan Pangkat

Seperti yang kita ketahui, di luar angkasa sana, banyak benda-benda langit yang  tersebar di dalam suatu galaksi.  Ada bintang, asteroid, komet, planet, matahari, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimanakah jarak antar benda-benda tersebut? Apakah dekat? Jauh? Jauh di mata dekat di hati? Ya, kalian bisa bayangkan sendiri tentunya.
  
Jarak benda-benda di jagat raya dapat ditentukan dengan sangat cermat oleh para ilmuwan dengan berbagai instrumen canggih dan modern. Jarak antar benda di jagat raya dilukiskan dengan satuan tahun cahaya, yaitu jarak yang ditempuh oleh cahaya selama satu tahun, kira-kira 9.500.000.000.000 km. Misalnya saja, jarak galaksi Andromeda, yaitu galaksi yang terdekat dengan galaksi Bimasakti adalah 2,2 juta tahun cahaya, maka jaraknya adalah 

2.200.000 x 9.500.000.000.000 km = 20.900.000.000.000.000.000 km.

Panjang sekali bukan? Lalu, apa jadinya bila kita menulis bilangan tersebut?. Sangat tidak praktis tentunya. Disinilah kegunaan bilangan berpangkat, kita bisa menuliskan bilangan besar tersebut dengan cara yang sangat sederhana. Dalam penulisan ilmiah, bilangan tersebut dapat ditulis dengan 2,09 x 1019 km. Kemudahan penulisan ilmiah yang memakai bilangan berpangkat tersebut sangat membantu kita dalam perhitungan.

Fungsi Notasi Ilmiah

Untuk mempermudah penulisan bilangan-bilangan yang besar dan kecil digunakan Notasi Ilmiah atau Cara Baku. Bilangan yang besar misalnya kecepatan cahaya 300.000.000 m/s akan sangat sulit bagi kita untuk menghitug angka tersebut dalam sebuah persamaan. Untuk bilangan yang kecil adalah massa elektron 0,0000000000000000000000000000091 Kg akan sangat sulit dihitung. Maka dibuatlah sebuah sistem yang disebut dengan notasi ilmiah atau cara baku.

Notasi ilmiahadalah cara penulisan nomor yang mengakomodasi nilai-nilai terlalu besar atau kecil untuk dengan mudah ditulis dalam notasi desimal standar. Notasi ilmiah memiliki sejumlah sifat yang berguna dan umumnya digunakan dalam kalkulator, dan oleh para ilmuwan, matematikawan, dokter, dan insinyur.

Dalam notasi ilmiah, semua nomor ditulis seperti ini:

a x 10 b

(“a dikali 10 pangkat b”), dimana pangkat b adalah bilangan bulat, dan koefisien a adalah bilangan riil, disebutsignificandatau mantissa (meskipun istilah “mantissa” dapat menyebabkan kebingungan karena juga dapat merujuk ke bagian pecahan dari logaritma). Jika nomor itu negatif maka, pangkatnya memakai tanda minus (seperti pada notasi desimal biasa).


Notasi desimal biasa
Notasi ilmiah (normalisasi)
300
3×102
4,000
4×103
5,720,000,000
5.72×109
0.0000000061
6.1×10−9


Cara yang dapat dilakukan untuk penulisan notasi ilmiah ini adalah:
  1. Pindahkan koma desimal sampai hanya ada satu angka (antara 1 dan 10) di kiri koma desimal. 
  2. Hitng banyaknya angka yang dilewati ketika memindahkan koma desimal tadi. kemudian jadikan pangkat dari 10 (n). Apabila koma desimal bergerak ke kanan maka n bertanda negatif Contoh: 0,000000000000000000000000000000910938215 (koma desimal dipindahkan ke kanan yaitu ke belakang angka 9) notasi ilmiah menjadi: 9,1 x 10-31. Apabila koma desimal bergerak ke kiri maka n bertanda positif. Contoh: 1.878.000.000.000.000 (koma desimal dipindahkan ke kiri, yaitu ke belakang angka 1) notasi ilmiah menjadi: 1,878×1015 
  3. Bilangan a disesuaikan dengan jumlah angka penting yang diinginkan. Misalnya massa elektron ingin dinyatakan dalam 3 bilangan angka penting, maka notasi ilmiahnya menjadi: 9,11 x 10-31 Kg angka 9,109382 dibulatkan menjadi 9,11 dengan aturan pembulatan sebagai berikut :
Bulatkan ke atas, jika
  • angka berikutnya adalah 5, 
  • angka berikutnya adalah 5 dan masih ada angka lain yang bukan 0 setelahnya, 
  • angka berikutnya adalah 5 dan angka yang akan dibulatkan adalah ganjil contoh 9,65 dibulatkan menjadi 9,7
Bulatkan ke bawah, jika
  • angka berikutnya kurang dari 5, atau
  • angka berikutnya adalah 5 diikuti dengan hanya angka-angka 0 atau tidak ada angka-angka lain setelahnya dan 
  • angka yang akan dibulatkan adalah genap contoh 9,64 dibulatkan menjadi 9,6